Dengan alat ukur DISC ini,kita bisa mengetahui bagaimana diri kita yang berhubungan dengan EQ (Emotional Intellegence) kita sendiri. Karena sebelum kita memahami seseorang,kita harus memahami diri kita sendiri terlebih dahulu.
Rabu, 18 Oktober 2017
DISC on Psychology
Dengan alat ukur DISC ini,kita bisa mengetahui bagaimana diri kita yang berhubungan dengan EQ (Emotional Intellegence) kita sendiri. Karena sebelum kita memahami seseorang,kita harus memahami diri kita sendiri terlebih dahulu.
Rabu, 11 Oktober 2017
Perbedaan AQ,EQ,Grit,PsyCap,dan Interpersonal Skill.
AQ adalah ukuran ketahanan manusia dan telah menjadi konsep penting dalam pengelolaan sumber daya manusia.Stoltz (2000) mengemukakan bahwa karyawan dengan nilai AQ yang lebih tinggi lebih berhasil dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka.Dengan merekrut atau melatih karyawan AQ yang tinggi (terutama untuk posisi penjualan atau layanan pelanggan), pengusaha dapat merekrut karyawan berkualitas tinggi, mendapatkan kinerja bisnis yang lebih baik, dan mencapai semangat kerja yang lebih tinggi (Kanjanakaroon, 2011; Styrlund, 2010).
Apa itu EQ ?
Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi dan emosi orang lain. Secara umum dikatakan mencakup tiga keterampilan: kesadaran emosional; kemampuan untuk memanfaatkan emosi dan menerapkannya pada tugas seperti berpikir dan memecahkan masalah; dan kemampuan untuk mengelola emosi, termasuk mengatur emosi Anda sendiri dan bersorak atau menenangkan orang lain.
PsyCap didefinisikan sebagai "keadaan perkembangan psikologis positif seseorang" (Fred Luthans, et al., 2007) yang ditandai dengan memiliki tingkat HERO yang tinggi; Empat unsur Hope,Self Efficacy,Resiliency,Optimism.
Apa itu Interpersonal Skill?
Keterampilan interpersonal adalah ukuran seberapa mahir individu dalam berinteraksi dengan orang lain. Saat timbul masalah anda menggunakan keterampilan interpersonal individu untuk menyelesaikan konflik dengan orang lain. Orang-orang belajar keterampilan interpersonal dengan berinteraksi dengan anggota keluarga, pergi ke sekolah, dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Keterampilan interpersonal yang sehat mengurangi stres, menyelesaikan konflik, memperbaiki komunikasi, meningkatkan keintiman, meningkatkan pemahaman, dan meningkatkan kegembiraan.
Rabu, 04 Oktober 2017
Organizational Citizenship Behavior (OCB)
Organizational citizenship behavior (OCB) merupakan perilaku individu yang ekstra, yang tidak secara langsung atau eksplisit dapat dikenali dalam suatu sistem kerja yang formal, dan yang secara agregat mampu meningkatkan efektivitas fungsi organisasi (Organ, 1988).
Jadi,OCB itu semacam keterlibatan karyawan terhadap perusahaannya,bukan seperti individu untuk mendapatkan 'gaji besar',tetapi lebih ke 'mengabdi' pada perusahaannya tanpa imbalan apapun,bisa dikatakan murni untuk meningkatkan perusahaan.
Jika karyawan mempunyai OCB tinggi,banyak sekali keuntungannya,salahsatunya menurut Podsakoff (2009) bahwa karyawan yang melakukan OCB cenderung
untuk mendapatkan penilaian kinerja yang lebih baik oleh manajer mereka.
Kenapa OCB memiliki efek untuk keberhasilan individu dan suatu organisasi/perusahaan? (Organ,2006)
- Meningkatkan produktivitas
- Membebaskan sumber daya (Mandiri)
- Mempertahankan karyawan yang baik
- Menciptakan modal sosial (interaksi jaringan sosial)
Rabu, 27 September 2017
Self Engagement
Keterlibatan diri / Self Engagement dalam sebuah kegiatan dihipotesiskan untuk ditentukan oleh empat faktor primer : sejauh mana pedoman untuk kegiatan tersebut jelas, relevansi dari
aktivitas ke aspek kunci identitas individu, jumlah individu mengkontrol untuk memiliki lebih dari kinerja mereka pada aktivitas, dan kepentingan keseluruhan aktivitas yang dimaksud (Britt, 2003a, b; Schlenker, dkk, 1994). Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa masing-masing faktor ini secara independen memprediksi variasi dalam keterlibatan diri di daerah yang berbeda (Britt, 1999, 2003a, b).
Seperti yang kita tau,perusahaan itu dituntut untuk dapat mengelola sumber daya manusianya da perusahaan diharapakan untuk terus meningkatkan potensi-potensi yang ada pada karyawannya. Pengembangan potensi-potensi yang ada pada karyawan ini memunculkan adanya positive organizational behavior.
Lalu apa hubungannya dengan psikologi bisnis / psychology capital?
Psychology capital yang dikenal dari literatur positive psychology lebih menekankan pada peningkatan kekuatan psikologis individu dibandingkan memperbaiki kelemahan individu (Gretchen., Rachel & Joyce, 2014). Luthan, Youssef & Avolio (2007) menyatakan bahwa: Psychological capital merupakan pendekatan untuk mengoptimalkan potensi psikologis yang dimiliki oleh individu yang dicirikan oleh : (1) adanya kepercayaan diri (self confidence) melakukan tindakan yang perlu untuk mencapai sukses dalam tugas-tugas yang menantang; (2) atribusi yang positif (optimism); (3) resistensi dalam mencapai tujuan, dengan kemampuan mendefinisikan kembali jalur untuk mencapai tujuan, dengan kemampuan mendivinisikan kembali jalur untuk mencapi tujuan jika diperlukan (hope); dan (4) ketika menghadapi masalah dan kesulitan, mampu bertahan dan terus maju (resiliency) untuk mencapai kesuksesan.
Dari sini psychology capital menjadi suatu pendekatan yang dicirikan pada dimensi-dimensi yang mampu mengoptimalkan potensi individu tersebut sehingga membantu kinerja perusahaan (Osiwegh, 1980). Psychological capital telah menjadi pendekatan baru dalam suatu perusahaan untuk mengembangkan sumber daya manusia atau karyawannya.
Psychology capital sebenarnya lebih mengarah pada bagamana suatu organisasi atau perusahaan dapat mencapai tujuan atau keuntungan dalam 3 persaingan dengan komponen psikologis didalamnya. Sebelumnya perusahaan meyakini keberhasilan perusahaan lebih berkonsentrasi pada mengumpulkan sumber daya yang lebih banyak. Namun pendekatan psychological capital mengusulkan hal baru terkait dengan persaingan yang ada melalui pemanfaatan, pengembangan dan mengelola model psikologis yang ada.
Begitu.. Sebenarnya menurut hasil analisis saya,Self Engagement itu seperti semacam gabungan dari Self Efficacy dan Work Engagement,karena dinyatakan bahwa self efficacy merupakan salah satu komponen penting dalam berwirausahawan. Self efficacy yang ada akan membuat individu mampu memimpin orang-orang untuk membangun usahanya. Self efficacy dapat membuat perbedaan dalam setiap individu sesuai dengan bagaimana individu berkeyakinan atas kemampuan dirinya demi pencapaian keberhasilan usaha (Surya, 2012) dan Work engagement atau worker engagement merupakan sebuah konsep manajemen bisnis yang menyatakan bahwa karyawan yang memiliki engagement tinggi adalah karyawan yang memiliki keterlibatan penuh dan memiliki semangat bekerja tinggi dalam pekerjaannya maupun dalam hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan jangka panjang. Dengan kata lain, definisi work engagement mengacu pada keterlibatan, kepuasan dan antusiasme karyawan dalam bekerja. Work engagement telah berkembang dari berbagai konsep melingkupi motivasi, kepuasan kerja dan komitmen organisasi (Saks, 2006).
Secara singkatnya yang saya tangkap self engagement itu semacam kepercayaan kepada diri sendiri bahwa kemampuan dirinya mampu,sedangkan work engagement keyakinan karyawan kepada perusahaan,artinya karyawan itu lebih seperti ingin mengabdi kepada perusahaannya. Jadi pengertian self engagement yang saya tangkap adalah keyakinan atau keterikatan kita kepada diri sendiri agar meyakinkan kalau kita pasti bisa untuk melakukan sesuatu.
Terimakasih..
Referensi :
- http://repository.wima.ac.id/3643/2/Bab%201.pdf
- http://repository.uin-suska.ac.id/6207/3/BAB%20II.pdf
-Journals : Self Engagement as a predicors of performance and emotional reaction to performance ourcomes. Britt TW1, McKibben ES, Greene-Shortridge TM, Beeco A, Bodine A, Calcaterra J, Evers T, McNab J, West A.
Selasa, 19 September 2017
Individual Differences
Apa yang membuat kita unik?
- Personal Qualities
- Perssonality
- Intelligence
- Moral Values
- Mental Health
- Group Indentities
- Culture
- Gender
- Perseptual
- Kekuatan individu
- Perhatian
- Orientasi waktu
- Luasnya daerah persepsi
- Kecepatan persepsi
- Kekuatan
- Impuls
- Kecepatan
- Ketelitian
- Ingatan
- Evaluatif
- Berpikir konvergen & divergen
- Realistic
- Investigatif
- Artristic
- Sosial
- Entreprener
- Conventional
berikut link jurnalnya :
Klik Disini
Terimakasih
Minggu, 10 September 2017
Pengantar Psikologi Bisnis
![]() |
| Lingkar hambatan dalam perusahaan. |
Minggu, 11 Desember 2016
Psikoanalisis,Behavior dan Humanistik
PSIKOANALISIS
Tokoh dari psikoanalisis adalah Sigmund Freud. Menurutnya struktur kepribadian alam bawah sadar manusia umumnya terbagi 3,yaitu :
- Superego
Bagian moral dari kepribadian manusia,kareba merupakan filter dari sensorik yang dilakukan oleh dorongan ego.
- Ego
Bagian kepeibadian yang bertugas sebagai pelaksana untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego.
- Id
Merupakan sistem kepribadian yang berasal dari dalam diri kita sendiri dari lahir. Bisa dibilang id adalah representasi psikis kebutuhan-kebutuhan biologis.
Mekanisme pertahanan diri/ defense mechanism :
.Represi,Denial,Reaction Formation,Replacement,Rationalization,Fixatiob,Regression,Projection,Introjection,Sublimation,Identifikasi,Konpensasi,Isolasi,dll.
BEHAVIOR
Tokohnya adalah John B Watson. Watson lebih fokus di aspek yangdirasakan secara langsung pada sikap berbahasa serta korelasi antara stimulus dan respon pada sekitarnya.
Dalam pandangan behavior,individu digambarkan sebagai suatu organisme yang teratur,baik dan ditentukan dengan spontanitas.
HUMANISTIK
Tokohnya adalah Abraham Maslow dan Corl Rogers.
Maslow mengatakan bahwa manusia akan berusaha keras untuk mendapatkan aktualisasi diri mereka.
Sedangkan Rogers mengatakan bahwa konsep diri menusia seringlali tidak tepat secara sempurna dengan realitas yang ada.
Humanistik ini bisa dibilang suatu pendekatan yang multiset terhadap tingkah laku dan pengalaman manusia.
Ref :
Sobur,Alex. PSIKOLOGI UMUM edisi revisi
Www.blogpenemu.blogspot.com
Www.perdanahas.blogspot.com
